Best Bloggers And Time To Kill

7 07 2008

Menjadi salah satu dari jutaan manusia yang memiliki dan menulis blog, bukanlah cita-cita saya sejak zaman azali kecil dulu. Bukan, sama sekali bukan. Terlintas pun tidak, bahkan masa awal saya memasuki perkuliahan, bahwa hari ini saya memiliki blog sendiri, posting, commenting, blogging, blogwalking, seperti apa yang saya lakoni dalam 3-4 tahun tahun belakangan ini.

Entah karena cukup lama menghirup atmosfir blogosphere ini, sehingga dalam Curriculum Vitae yang pernah saya buat dulu, saya pernah mencantumkan “blogger” sebagai salah satu profesi yang pernah saya jalani :lol:

Tapi, meski cukup jauh dan lama saya ngeblog (menurut hitungan saya, tentunya), tetap saja saya tidak merasa nyaman dituduh sebagai blogger bermutu, baik, seleb seperti yang pernah saya dapatkan. Oh ya, saya ndak mengingkari bahwa ego saya sempat mengizinkan hidung mencuat karena sanjungan demikian. Hal yang bisa saya dalihkan dengan kata “manusiawi” karena melayang akibat sanjungan, dimana saya berucap, “Well… sesekali disanjung tidak apa-apa…” :lol:

Namun saya sadar benar bahwa yang demikian itu memiliki potensi besar untuk menjadi satu bumerang, jika apa yang saya dapat itu melenakan diri hingga tidak ada evaluasi dengan sadar : Sebaik apa saya menjadi seorang blogger selama ini? :?

Dan, saya jadi teringat semalam, bahwa saya pernah menuliskan (meng-copy paste, tepatnya) satu list Best Bloggers sebagai komentar di blog lama Hoek Soegirang. Isinya seperti ini :

  1. Best Bloggers respect their readers. They don’t take you for granted. They respond to your comments. They keep their promises or tell you why they haven’t been able to. (For example: We tried to do a Blog-A-Day every day this December. But we went to too many parties to do one EVERY single day. Still, even falling short of the goal, we gave you more great blogs this month than we have in many months this year.)
  2. Best Bloggers hook you. They drawn you in from the first sentence. That can happen in as many ways as there are imaginations, but it never, ever means this sort of beginning: Sorry I haven’t blogged in so long, but I’ve been busy. Or Not much to say, but I don’t have anything else to do but blog. A Best Blogger has got something to say, and they make you want to hear it.
  3. Best Bloggers know how to use the tools at their disposal. Mostly, that means they’re good at the language in which they blog. Their writing is clear and sharp, they can punctuate, they proofread, and they sound like the smart people they are.
  4. Best Bloggers are generous. They know there’s room for everyone. They know that another great blog in no way diminishes them. They link to people they admire, regardless of whether that other blog is bigger or smaller than they are.
  5. Best Bloggers never stop learning. They read other blogs and learn from what they discover there. They read books — books that are so well written they feel compelled to try to do the same. They’re curious. They’re not afraid to say, I don’t understand that. They try new things. Maybe they’ll learn to podcast. Or take some pictures. Or try out a new template. Find out what CSS is.
  6. Best Bloggers know themselves. They don’t try to be other people. They know what they love, even if it’s a little odd, and their enthusiasm and affection for their subject animates their writing.
  7. Best Bloggers know they’re part of a community. They contribute to forums, help new folks out, welcome people to blogging.

Benarkah demikian? Entah. 7 poin diatas itu tidak mengharuskan saya untuk membenarkan, meski saya menjadikannya acuan sendiri untuk memperbaiki sedapat mungkin aktifitas di blog sendiri; hingga kemudian akan cukup sibuk untuk memikirkan kualitas blog yang lain.

Sounds selfish? Well… I don’t want to sound selfish, but I probably am :)

Mungkin… satu-satunya poin yang paling cocok bagi saya di atas adalah poin ke-6. Poin senada yang pernah saya komentarkan di blognya Irfan yang menulis tipe-tipe blogger [menurutnya, tentu :) ] dan di testimoninya akan ke-newbie-an dirinya : Best bloggers know themselves. They don’t try to be other people. They know what they love, even if it’s a little odd, and their enthusiasm and affection for their subject animates their writing.

Bagaimana menurut anda? Apa anda dan saya termasuk dalam kriteria blogger baik ini? Apa anda setuju atau memiliki penambahan/pengurangan dari poin-poin di atas? Apa anda merasa bahwa poin-poin diatas terlalu berpakem pada moralitas? :?

Atau mungkin kriteria seperti ini cuma akan memunculkan standarisasi ngeblog saja? :|

Whatever…. percayalah, saya tidak memiliki pengharusan bagi anda untuk mengikat diri dengan poin-poin diatas. Selain karena poin-poin tersebut bukan bikinan saya, saya sendiri lebih percaya dengan satu dogma di ranah blogosphere : I think therefore I blog. Sisanya? Pembaca anda yang akan menilai ;)

*

*

*

Bulan ini memang sudah setahun jadinya saya berkecimpung di layanan WordPress.com. Baru setahun, dan saya belum cukup puas untuk mengakhiri aktifitas keluyuran di satu pojok dunia maya ini. Belum, saya belum memiliki hasrat yang final untuk berhenti, apalagi membunuh blog ini seperti 2-3 blog lain yang pernah saya bunuh mampus mati dalam setahun ini :lol:

Tanggal di pojok layar monitor yang menampilkan susunan bagus, 7-7-2008, juga bukan alasan blog ini akan vakum untuk jangka waktu yang (mungkin) akan lama. Selain karena ibu dan adik bungsu saya sedang menikmati liburan di Banda Aceh (dimana saya memang harus meluangkan waktu untuk mereka), saya juga akan pulang kampung dalam akhir minggu ini bersama mereka. Belum lagi ada pekerjan yang sempat terlantar, yang harus diselesaikan di sini dan di sana nantinya. Serta sisa hasrat untuk mengenyampingkan ego dan menyepadankan apa yang tak sepadan

Yeah… Like a killer, there’s so many to kill… but so little time to do it in… :roll:

Ya, memang di kampung saya jaringan Telkom Speedy sudah meliuk masuk seperti ular. Meski lebih baik dari Telkomnet Instan, yang terkadang menakjubkan dengan kecepatan bisa mencapai 13kbps, tetap saja ketidak-adilan sering menjadi masalah, dengan error yang membuat Iqbal konon memilih talak satu dulu, sehingga mungkin pantas untuk diadukan ke YLKI :lol:

Sudahlah. Kalau nanti saya bisa kembali singgah ke dunia maya ini, semoga saya tetap menemukan aktifitas teman-teman; baik tercantum atau tidak di blogroll saya. Keep blogging! :)

little time to kill





Kompas Politik

4 07 2008

Economic Left/Right: -6.75
Social Libertarian/Authoritarian: -4.67

grafik kompas politik

Libertarian kiri? :?

Wah! Jangan-jangan saya ini komunis?!





Keep Away?

3 07 2008





Tahlilan

1 07 2008

Hari ini, di pagi yang masih dini, sederetan kalimat meluncur di dalam benak, mengiang di gendang pendengaran. Dengan hitungan mundur 3-4 tahun ke belakang, dan kelebat memori berputar macam slideshow di bayangan mata, mengalir irama tahlilan…

Sederetan kalimat tahlilan begini :





Anarki di RI

29 06 2008

Ketika bendera anarki sudah dipanggul di bahumu…

Ketika parau suara di jalanan tetap saja dicengar-cengiri para koboi yang melabeli diri sebagai wakil rakyat di gedung parlemen…

Ketika negosiasi selalu berujung pada bujuk rayu berbusa 1001 janji sebagai perulangan basa-basi yang lebih tengik dari bau membusuknya terasi…

Ketika ingatan pada antrian manusia yang dipaksa sabar dijemur matahari demi bensin, solar dan minyak tanah di negeri yang diklaim sebagai zamrud khatulistiwa sudah mendidihkan hati…

Ketika pesta pora lalat-lalat celaka di boroknya kulit kudisan para jelata negeri ini menjadi pemandangan yang dianggap tak pernah ada oleh mereka yang berpesta dan sumringah, ria bersafari di gedung mewah dan kendaraan-kendaraan mengkilap berplat merah…

Ketika suara dibalas dengan dentum peluru karet…

Ketika ucapan perlawanan dibayar dengan semprotan water cannon

Ketika para anjing penjaga tuan-tuan pembesar sudah merapatkan barisan, berderap mencabut pentungan, lalu menyerbu kampus seperti Unas dan memperagakan bagaimana wujud sebenarnya kemanusiaan yang adil dan beradab di negara ini…

Ketika kesabaran terakhir di terik matahari dibensin-dibakar kepalan provokasi gerombolan keparat berpakaian preman yang menyerbu saat kepala-kepala para anak muda dengan rambut lusuh berdebu mundur menjelang senja hari…

Ketika pertanyaan “Apakah kekerasan bisa menjadi solusi atau bisa dibenarkan?!” muncul sebagai epilog editorial media massa, setiap demonstrasi angkatan muda berakhir ricuh dan selalu (dan selalu dan selalu dan selalu dan selalu dan selalu dan selalu dan selalu dan selalu dan selalu!) dengan untaian kalimat harapan untuk menjadi pelajaran berharga… (sementara para pengambil kebijakan begitu sombong, angkuh dan gengsi menjilati ludahan tinta ballpoint di paraf keputusan “bijaksana” mereka…)

Jika begitu adanya, maka begini jadinya…





Tak Sepadan

26 06 2008




Pantai Dan Pulau Kecil

19 06 2008

Pantai di pesisir selatan ujung barat Sumatra ini memanglah tak seberapa lebar dan besar. Tak megah. Tidak pula setenar Parangtritis, Sanur, Kuta, atau pantai-pantai lain di Indonesia yang sudah mendunia dan menjadi satu dari sekian titik persinggahan para pelancong asing yang membuang dollar demi penyegaran hidup yang monoton.

Tapi pantai yang satu ini adalah pantai yang tak asing dan berani taruhan tak akan lekang dari benak para perantau dari kampung halaman sana. Kampung halaman di kawasan pesisir yang dikepung Samudera Hindia dan Pegunungan Bukit Barisan.

Garis panjang pesisir pantai ini secara keseluruhan dikenal dengan nama Ujong Seurangga. Jika dibahasakan dalam Bahasa Indonesia jadinya Ujung Serangga. Tidak ada cerita pasti tentang latar belakang nama ini, selain hipotesa yang lebih ke humor belaka. Ya, seperti perkiraan bahwa dulu - konon - hewan dari bangsa serangga memonopoli hak preman di kawasan ini :D

Dan beginilah adanya pantai dengan pulau kecil itu…





Black Brothers: Music, Love And Rebellion

15 06 2008

Black Brothers…

Jika anda merupakan salah satu manusia produk 1980-an keatas dan pernah mencicipi periode tersebut, agaknya grup musik dari tanah Papua ini bukan nama yang asing. Lagu-lagu mereka pernah menghiasi pentas musik Indonesia periode itu, periode dimana andalan saya sebagai bocah kecil yang terpana dengan musik hanyalah sebuah radio transistor, sebuah televisi yang dimonopoli TVRI dan koleksi audio cassete, baik yang diwariskan atau dikoleksi sendiri.

Sebagai produk 1980-an, saya sangat berterimakasih dengan sejumput kenang-kenangan saat itu, dengan sekian nostalgia yang tersisa hingga hari ini, yang saya pungut kembali untuk sesekali dipandangi seperti potret lama dalam album foto. Dan, sebagai musisi amatiran pemuja musik yang dibentuk periode tersebut, kenang-kenangan dengan penghormatan itu mesti saya berikan pada band yang satu ini: Black Brothers.

Dan ingatan tentang Black Brothers itu begini adanya…





Ulang Tahun Si Bungsu

14 06 2008

Hari ini Kiki, si bungsu yang pernah saya ceritakan dengan kebanggaan tersendiri, berulang tahun. Beranjak memasuki tahun ke 11 dalam rentang hidupnya…

Ulang tahun ke 11 adik bungsu itu…





Always Outsiders, Never Outdone

12 06 2008