Standar Ganda
10 05 2008Berawal dari keisengan menelusuri dunia lain yang bernama internet ini, dengan niat pertama cuma untuk mencari koleksi gambar-gambar bokep bagus untuk bermain-main dengan GIMP di Ubuntu Hardy yang belum lama terpasang di T42-nya si kuli IT IFRC Banda Aceh, malah tersesat ke Devianart. Ke situs dimana saya sendiri punya akun tapi tak pernah memanfaatkannya dengan maksimal.
Di sana, di halaman milik inPalestine, saya menemukan sebuah gambar yang menggelitik dan mengingatkan saya pada obrolan-obrolan dengan teman-teman berkaitan dengan standar ganda dimana-mana. Tentu saja salah satunya di Palestina.
Satir yang menggelitik.
Tentu saja saya sendiri tidak setuju dengan ajakan untuk menghapus Israel dalam artian melakukan pembumi-hangusan pada penduduk Israel di sana. Apalagi hanya dengan alasan kebencian terhadap orang Yahudi. Terkadang ada salah kaprah yang parah dalam membedakan sebuah pemerintahan seperti Israel dengan warga negara di sana. Ya, tentu saja ada jenis ultra-nasionalis atau para fanatik zionis di negara tersebut yang tak akan segan-segan menggranat rumah penduduk Palestina. Namun untuk melakukan seperti yang pernah dilakukan oleh Fir’aun atau Nazi Jerman dulu, tidak ada alasan baik secara agama maupun kemanusiaan untuk itu.
Tapi mempertanyakan kenapa sebuah negara bisa berdiri hanya karena alasan historis yang direkayasa… Ya, saya termasuk yang menolak eksistensi Israel sebagai sebuah negara, apalagi dengan landasan ideologi zionis yang rasis dan representasi wujud lain dari neo-kolonial.
Apa yang menjadi inti di sini, adalah sebuah standar ganda, terutama dari malaikat pelindung bernama Paman Sam dari rumah putih, yang akan meradang dan merajuk keluar ruangan jika negara tersebut dicolek-colek, namun tutup mulut jika negara Zionis tersebut memperlakukan penduduk di Palestina seperti perlakuan yang konon pernah mereka dapatkan dan konon pula begitu tragis untuk dikenang (tapi mantap untuk di-blow-up sebagai pembenaran eksistensi pemerintahan palsu tersebut)
Uhm… Saya terkadang enggan bicara banyak tentang krisis di sana. Bukan apa-apa, karena saya dan teman-teman saya di Aceh ini, bersepakat pada satu hal: terkadang karena suara kita begitu nyaring membicarakan nasib saudara di Palestina, suara kita malah menenggelamkan nasib saudara-saudara se-tanah air yang lebih dekat dengan kita. Palestina kita ada di sini. Di kepulauan nusantara ini. Zionisnya bernama kemiskinan, kebodohan, dan kezaliman.
Namun, melihat gambaran standar ganda tersebut, ada pertanyaan yang muncul dalam benak saya sendiri: Benarkah cuma negara zionis dan negara Paman Sam saja yang berstandar ganda? Apa kita juga tidak memiliki standar ganda itu sendiri?
Saya teringat pada brutalisme sweeping berkenaan dengan kasus film Fitna tempo hari. Di sana, standar ganda berlaku dan seakan berkata: Seseorang tidak boleh menghina umat kami ini, bangsa kami ini, apalagi bersikap kasar, tapi kami boleh mengganggu umat lain, bangsa lain, selama kami merasa terhina.
Atau… bagaimana dengan kabinet dan parlemen di pemerintahan rakus bin dungu kita ini? Tidakkah standar ganda namanya menzalimi rakyat negara sendiri dengan menaikkan BBM di dalam negeri tapi tak berani “menzalimi” rakyat negara-negara maju yang menyedot dengan rakusnya minyak bumi dari negeri ini selama bertahun-tahun, dengan menaikkan pajak terhadap perusahaan-perusahaan asing di sini, dan ekspor minyak dinaikkan nilainya? Apalagi jika diminta untuk menasionalisasi perusahaan-perusahaan asing yang setoran pajaknya seperti uang rokok saja pada negara ini - seperti komentar saya di blog saudara saya si manusia super. Bah! Bisa-bisa dicap menghina agaknya
Sudahlah. Sampai di sini dulu. Saya harus minggat dan mencari ilham untuk melunasi tagihan puisi cintah dari Nona Si Calon Seleb Sedunia, atau saya dicap standar janda ganda juga.

Apa saya standar ganda namanya jadi penulis postingan sekaligus komentator pertama?
Galeri dA-nya bagus2….!!! AANGG~
anda bukan saja menunjukkan bagaimana pengelola blog yg berstandar
jandaganda tapi juga berperan ganda. apakah andasuka jandaberkelamin ganda?*nunggu*
*males mikir beginian*
wah janda saya dibawa-bawa
tapi bener deh
para pelaku standar ganda itu jelas berkepribadian ganda
ga malu malunya ya
Standar ganda:
1. “Kayanya tu orang mau maling ayam tuh…” HAJJARRRRR
2. “Itu anggota dewan kayanya korupsi dana BI sama Alih Fungsi Hutan milyaran rupiah tuh…” AH HUKUM NEGARA KITA MENGANUT AZAZ PRADUGA TAK BERSALAH, JANGAN LUPA ITU…
Paman sam memang telah lama dikenal sebagai “penguasa” tunggal yang gencar bicara ttg HAM, bung alex. tapi, semua juga tahu, bagaimana perlakuan mereka terhadap Israel yang jelas2 melakukan pembiadaban terhadap penduduk Palestina. Repot!
jadi pusing ya sama standar ganda…
holocaust jadi pembenaran zionisme.
lama-lama bosen juga di Indonesia.
jadi ada ide ngembangin mesin berbahan bakar air aja.
mura dan bisa didapat di mana2
Pengen ngungsi aja ke Timor Leste.
*siapin passport*
*siapin AK-47*
*berangkat ke Dili naik motor Vega R oranye*
@ alex®
Bukan. Orang ganteng wajar kok
*jawab komen sendiri*
@ Goenawan Lee
Ente yang pakar manipulasi imej saja bisa teriak gitu, apalagi ane?

*bukan pakar manipulasi imej*
@ edy
….
*tusuk ban thunder*
@ calonorangtenarsedunia
*temani yang nunggu*
…..
@ achoey sang khilaf
He? Mana?
*clingak-clinguk*
Kepribadiannya itu
jandaganda campuran apajanda kembangndak?@ ManusiaSuper
…
Spikles saya…
@ Sawali Tuhusetya
Lebih repotnya lagi kalau pemerintah negara kita ini jadi komprador-kompradornya mereka, Pak
@ ghaniarasyid
Saya juga pusing. Tapi kalo holocaust itu jadi pembenaran saya ndak pusing. Soalnya saya percaya demikian adanya
Idenya bagus.
Tapi meninggalkan negara ini, apa bukan cuma meninggalkan masalah? Lalu idenya mau dibawa kemana?
Keinginan mengungsi yang aneh
generally i agree with what you wrote
it’s ineteresting when we accuse something or someone doing something that we probably also do
well, personally i also diasgree with the existence of Israel as a country, but seeing the fact, we -whether or not we like it- have to be fair and say it does exist…
huaa…
salam kenal juga =)
nice blog neway!
wah, anda ini bagaimana, pemerintah kita ini tidak bersatndar ganda, tapi hanya
berkelamin gandapunya satu standart, yaitu menyengsarakan rakyat…ternyata kamu memang harusnya kuliah politik…
Ilham juga sedang kerja di Aceh kok. Silakan cari ilham di sana.
—
BTW, saya sedang capek untuk membicarakan Israel, Palestina dan standard ganda karena sejak roda bantuan dicopot sepeda anak saya standard satu saja nggak ada. Mestinya yang standardnya ganda itu diberikan satu kepada saya agar bisa saya pasang di sepeda anak saya.
Saya anak kecil mau tanya, sebenarnya definisi standar ganda itu apa?
seperti amerika yang mengusung ke bebasan dan demokrasi berstandar ganda he..he..he,
tapi yang penting ko jangan berstandar janda bein *sembunyi di bawah meja*
orang kita banyak yang sotoy lex.. cari muka dihadapan Tuhan katanya mah, kan kalo ngebela palestina itung2 nabung buat ke sorga. Padahal negara sendiri ga diurusin.. kachau..
@ Eva
Thank you
You’re right. Looks like its so exciting to accuse something someone and pretend we’re a well-behaved one
…
Makasih

Tadi udah minta izinnya buat dimasukin ke blogroll-page.
@ NdaruAlqaz
@ cK
Begitukah, chik?
Memang masih bisa?
@ arif
Eh, tapi bukannya dia sudah balik ke Jakarta
Wah…
Seharusnya itu mintanya kepada pemerintahan Tuan Bush atau pemerintahan Pancasilais kita ini, Mas.
Saya ndak jualan standar sepeda…@ ressay
Definisi?
Saya bukan ahli bahasa yang pintar membuat definisi sebagai rujukan segala ensiklopedia, lho. Tapi komen manusiasuper dan mas Arif di atas itu mungkin bisa mencerahkan
@ smileface
Ah, ndak Amerika saja kok, Man. Di daerah kita sendiri, Aceh ini, apa kurangnya?
Masi ingat itu pulisi Syariah cuma garang sama sipil biasa, tapi loyo kalo yang bikin maksiat sipil bersenjata a.k.a pulisi-pulisi doyan maksiat?
…..
@ Mr. Brain
Saya sendiri geram sama yang begitu itu. Apalagi sama jenis underbow dari partai-partai yang konon Islami (you-know-who). Garang dan ratusan jumlah massanya sekali turun ke jalan buat tereak2 masalah Palestina, tapi jiper kalo tereak masalah dalam negeri.
Coba lihat, yang teriak kasus tentara tembak rakyat di Pasuruan, kasus penindasan masyarakat adat Ammatoa di Sulawesi, kasus ketidak-adilan para buruh, sampai kelaparan di pojok-pojok nusantara, pada bungkam!
Sibuknya cuma kalo dua hal: Timur Tengah sama
urusan kelaminyang porno-porno.Ah, cari muka sama Tuhan. Sejak kapan dinyatakan sama Tuhan bahwa tabungan ke sorga itu cuma di Timur Tengah? Di tingkat kelurahan pun banyak ladang untuk berbuat.
Saya sendiri ndak ambil pusing dengan surga dan neraka itu. Tanpa pretensi surga dan neraka, IMHO, justru membuat hasrat melakukan sesuatu menjadi lebih kuat.
mmm…standar ganda itu ada karena mereka mampu mengubah keputusan….
adil itu menjadi relatif yakz….
Yang rakus pemerintahannya atau pemimpin-pemimpinya ?
Bisa juga nih ngajak baca artikel pendek Goodbye SBY-JK!
salam kenal.
@ aRuL
Relatif, Rul…
Siapa yang punya kekuatan bisa memaksakan keadilan menurut dirinya sendiri
@ qflee
Secara pemerintahan dipimpin oleh pemimpin… ya, sulit dipisahkan, Pak. Yang satu nempel ke yang lain. Saya ndak tahu itu pantesnya dikasi istilah apa
Salam kenal kembali
kalo saya malah tertarik dengan quote file Fitna itu ….
betul juga yah timing-nya tepat sekali…., selesai ribut2 Fitna yg sebagian umat islam merasa terhina…….eh setelah itu malah sebagian “umat islam” pula yang mencak2 dan anarkis thdp Ahmadiyah
ah tampaknya standar ganda itu diperbolehkan oleh para penguasa, ya penguasa lokal ataupun penguasa internasional….., sudah menjadi naluri manusia kali
mungkin kalo suatu saat nanti kita sendiri yg jd pemimpin entah itu keluarga, rt, rw perush dsb-nya, akan banyak godaan untuk melakukannya, so sy pikir menghindari ini tidak mudah, bersikap adil tidak mudah …
ya begitulah, mohon mangap kalo ngelantur ^_^, salam kenal mas Alex
He he, mas saya ikutan nimbrung yah
Waduh, kalau masalah seperti ini “no comment” deh, karena kadang kita sendiri juga mensingkapi masalah ini dengan standar ganda tanpa disadari.
Yang jelas, perang itu bukan akar kedamaian.
Melihat “dunia” apa adanya dengan niat baik dan kerendahan hati memang susah dan seringkali bahkan sebelum kita bisa “melihat” kita telah menentukan si A yang benar atau si B yang benar.
*aduh, ngomong apa to saya ini*
Kan sudah saya bilang Lex, skizoprenia itu penyakit keturunan yg sudah karatan di gen manusia, kalo sering di autosol ya karatnya menipis wehehehe…
@ adit
Dan… sikap demikian apa itu bukan berarti ‘membenar’kan fitnah dari Fitna itu sendiri ya?
Agaknya. Naluri untuk mengendus apa yang dirasa sebagai ancaman dan membuat tameng, yang salah satunya adalah standar ganda itu.
Tidak mudah, ya. Tidak mungkin, apa iya?
Ndak apa-apa. Melantur atau tidak, masih dalam koridor
NKRIopini kokSalam kenal juga, Dit.
@ sigid
Silaken… Silaken…
Sering malah. Kita menyadarinya tapi denial dengan kesadaran itu sendiri dan sembunyi di balik setumpuk dalih pembenaran
Benar. Menciptakan kedamaian dengan perang, konon merupakan alasan yang paling sering dipakai para warlords. Tapi… entahlah. Saya tidak pernah bisa sepakat 100% dengan ide demikian.
Ya. Seperti bawaan naluri utk menciptakan dikotomi dalam benak sendiri. Self-prejudice yang berbasis pada ego masing-masing.
Sebenarnya hal demikian masih dalam batas toleransi, IMO. Selama tidak diwujudkan dalam aksi seperti penyerangan atau penekanan.
Ngomong tentang standar, Git
Merasa melantur? Not a big problem, though. Seperti Adit, masih dalam perspektif postingan ini kok
@ CY
Buset… penyakit turunan?
Ya, mungkin benar. Autosolnya itu ya mencari sisi bijak dari hiduplah agaknya, tanpa harus wiseful thinking
Salam
Namanya juga US, selalu cari pembenaran sendiri, yang penting kepentingannya jlan terus
Ya…
US, tapi sebagai pemerintahan lho ya, memang ‘memiriskan’, Mbak. Apa mungkin karena terlalu mencolok saja ya sikap politiknya itu?
Ehm… tapi jadi cermin utk sendiri juga bagus lho, Mbak. Berkaca pada wajah mereka, jangan2 kita sendiri memiliki banyak standar ganda dalam keseharian kita.
waduh mas, jenis format tulisannya lho bikin pusing