Linux Roadshow 2008 Dan Penangkapan
18 05 2008Saya bukanlah fanatikus Open Source. Tentu saja bukan. Karena bagaimanapun, saya kadung “disulap” menjadi bourgeois-alike dengan menggunakan Operating System kapitalis™ seperti Windows XP. Belum lagi sejumlah software bajakan yang pernah dan masih saya gunakan seenak jidat saya; hal mana konon bisa membuat bangkrut para pemodal software borjuis tersebut, sebut saja seperti Adobe Audition, Fruity Loops, Sony Soundforge sebagai sampel ![]()
Saya tidak mengharapkan “perbuatan jahat” tersebut dimaafkan. Saya juga tidak akan bersikap denial untuk membenarkan “kriminalitas” demikian dengan segudang dalih seperti, “Hei! Mereka kan kapitalis, wajar dong saya bajak!” atau “Borjuis harus dihancurkan, karena itu saya membajak mereka”
Saya juga tidak mau mengeluarkan ucapan, “Oh, jangan salah! Sesekali saya masih menggunakan juga program open source itu… kalau saya sempat…” atau berpura-pura prihatin dan berteriak-teriak tentang akan maraknya pembajakan software demikian, terutama di Indonesia. Meski sekedar satir belaka. Dalam hal ini saya cenderung pragmatis. Karena masalahnya cukup kompleks dan… well… saya sendiri bagian dari “kriminal” yang dirutuki oleh aktivis FLOSS demikian ![]()
Bukan… bukan saya tidak setuju dengan open source. Bidang yang satu ini sudah saya cicipi sejak 2003 yang lalu. Dari sekedar user hingga kontributor amatiran, dengan hal-hal kecil seperti mengkampanyekan juga untuk menggunakan Linux, misalnya. Yaa… seminimalnya untuk mengenalkan, tanpa harus kecam-mengecam. Adalah sikap yang hipokrit jika saya bersikap demikian saat itu, saat dimana saya mencicipi Need For Speed, Ghost Recon atau Call Of Duty yang jelas tidak saya dapatkan secara halal™.
Untuk hal sejenis open source ini yang benang-kusutnya, IMHO, setara dengan korupsi di negara bernama Indonesia ini, saya pikir sederhana sajalah. Tidak perlu frontal dengan banyak bacrit garangnya mengecam sana-sini. Ajakan yang baik-baik dan terus-dan-terus-dan-terus berbagi pernak-pernik open source dengan sesama, mungkin akan jauh lebih baik. Terlalu over dalam mengajukan open source sebagai alternatif, bisa membuat kita sendiri menjadi jenuh dan muak.
Saya dan teman-teman di Komunitas Bungker beberapa kali bicara masalah ini dalam obrolan sambil ngopi bersama dedengkot AirPutih seperti Dudi, Anjar dan Bidin serta beberapa lainnya yang nimbrung di Aceh Media Center. Dan, as far as I know, tidak ada yang terlalu ngotot dalam hal begini. Cenderung dinamis dan berprinsip one step at a time menyikapi hal ini.
Dan sikap dinamis inilah - yang beda-beda tipis dengan pragmatisme™ atau oportunisme™ si bourgeois-wannabe™ - yang memaksa membuat saya tetap mendukung dan nimbrung dengan anak-anak di Banda Aceh ini, seperti tuntutan ajakan junior yang satu ini atau sogokan kopi dari senior ini. Merencanakan kemungkinan daerah pesisir Barat - Selatan, daerah asal saya sendiri, untuk dihasut penyebar-luasan Linux dengan touring ala Si Penguin ini. Sesuatu yang pernah kami lakukan di daerah, meski tidak menuai hasil yang signifikan. Setidaknya meski tidak terhasut untuk menggunakan Linux - yang mungkin bisa menaikkan tekanan darah tinggi Tuan Bill Gates-nya para pengguna OS berlabel halal™ Microshit Microsoft itu - saya berharap wawasan anak-anak di daerah saya bisa berkembang dengan membuka mata dan melihat pilihan yang ada.
Sesederhananya saya bernostalgia seperti saat di kampus, dengan berharap makin banyak anak-anak yang mau berkontribusi dalam hal ini, tanpa harus menjadi fanatikus buta. Dari hal-hal kecil dengan mendaftarkan nama kode Meuligoe sebagai turunan BlangkOn di Ubuntu Indonesia dan membangun Meuligoe untuk kampanye ini - meski cuma nebeng di Google Sites…![]()
Setelah cukup lama - sejak ribut-ribut di daerah kemarin - hiatus dari dunia open source begini, saya boleh merasa senang dengan semangat anak-anak hari ini. Mempersetankan rasa malu akan perasaan semakin bodoh dari anak-anak yang kian berkembang dan tahu lebih banyak daripada yang pernah saya tahu, saya mencoba belajar kembali. Perihal kecil seperti Inkscape dan Gimp untuk manipulasi gambar misalnya; meski bukan hal yang terlalu saya minati dibanding dengan bermain software untuk audio ![]()
BTW, karena mempelajari dua perangkat lunak diatas itulah, saya mendapatkan berita penggerebekan Markas Komunitas Bungker ini.
He? Digerebek?!
Ya. Seperti berita dibawah ini:
Jelas saja itu berita hoax. Berita hoax yang sempat membuat beberapa teman kaget sekejab waktu saya spamming dan pajang di multiply lama saya dulu ![]()
Gara-gara membongkar laci gambar, saya malah menemukan kembali hasil editing gambar yang saya buat waktu intens belajar image editing dulu. Ya, itu cuplikan berita koran yang tidak terlalu bagus meski saat itu menggunakan program bajakan bernama Adobe Photoshop CS 2, meski bisa saja dibuat lagi dengan Gimp untuk Windows saya yang halal™
Akhirul Kalam
Demikianlah. Waktu berputar. Semangat dan harapan datang dan pergi seperti wajah-wajah baru yang berdatangan membawa minat untuk memperluas diri. Anak-anak yang semakin hari makin cerdas dan mandiri, sehingga tidak harus takut pada dikotomi senior-junior. Anak-anak yang bisa jadi melesat jauh meninggalkan angkatan tua seperti saya dan teman-teman.
Dan anak-anak begini akan dikloning hingga ke daerah-daerah terpencil, Insya Allah.
Let’s support Linux Roadshow 2008
PS: Anak-anak di Aceh Barat-Selatan gimme feedback about roadshow possibilities
*ingin pulang ke kampung…*


Sapu bersih para pemakai Windows!™
*nyamar jadi fanatikus Linux*
Pertama mengenal komputer piranti empuknya pake windows dan bertahun-tahun dibuat tergantung dengan windows . Dan sekarang pas kepengin mempelajari Linux rasanya males, harus ini dan itu lagi dari awal .
Walopun harga software bikinan bill gates mahal-mahal tapi ada juga versi murahnya seperti program bajakan
Berapa karat ya dosa saya bertambah bila saya terus menggunakan program “colongan” ini ? :ngakak:
Walah, saya make windows.
*kaboor jauh jauh*
@ regsa
Masalah karat dosa saya ndak tahu juga itu, bro. Cuma… ya, kita memperkecil sajalah setiap hari. Saya sendiri sudah nyaris nggak pernah pakai program bajakan dalam tahun ini. OS pakai Ubuntu, browsing pakai Firefox, email pakai Thunderbird. Ya…, mungkin karena pakai komputer cuma untuk harian saja ya
“Nyaris?”
Iya. Nyaris. Karena, meski pun saya memakai Exaile 0.2.11 untuk dengar MP3, ehm… MP3 saya tidak semuanya halal™ lho
Seperti shalatlah, yang analoginya seperti mandi 5x sehari, memperkecil “dosa” saja. At least, that’s what we can do…
@ dana
Lha? Kenapa kabur?
Wajar saja, Dan. Perlahan-lahan bolehlah dipelajari. Minimal kalau kita kepepet dirazia ntar gak capek cari alternatif
Berharap adanya perubahan terhadap teman2 kita yg lain di daerah Barat - Selatan. Saya sangat berharap tidak adanya sentralisasi terhadap pengecaman ilmu ICT di sebuah daerah. Daerah Utara - Timur bisa kenapa tidak dilakukan juga di daerah Barat - Selatan. Harus adanya pemerataan ilmu, ilmu untuk ditambah, dibagi (Kalkulus kali..). Mudah2an teman2 dari Barat - Selatan merespon hal ini
Ada Resident Evil ga Lex
**lari dari fokus**
yup…. ini kan cuma soal kebiasaan saja. hidup linux
*ikutan nyamar*
Kalau di laptop, saya install linux, karena lebih enak buat belajar sambil jalan. Memang programnya nggak sebanyak windows, tapi lumayan enak buat belajar. Saya sendiri nggak anti windows atau anti pada mereka yg menggunakan program bajakan.
Tapi kalau di komputer desktop, cuma windows-nya saja yang asli. Yang lainnya BAJAKAN.
Lha, ini juga buat maen game doang. Ya, gimana saia mau maen NFS, Medal of Honor, DoTA, dlsb….
Yup, go open source….
*kayaknya saya standar ganda ya ?*
kalo saya sih terkendala masalah modem cdma. Belon ada driver versi linuxnya euy. Padahal Laptop cuma dipake buat menulis dan internetan.
@ issex
Itu sedang diusahakan, Boss. Saya akan coba lagi lah menghubungi anak-anak yang dulu pernah gabung untuk hal-hal begini
@ CY
Ndak ada.
Belum dapat bajakannya. Sudah lama ndak pernah main game bajakan™ lagi. Game paporit saya sekarang game-game free yang dibolehkan downloadKalo ada kasi info, bro
@ itikkecil
Iya. Ini masalah biasa-tidak-biasa juga. Yang jadi masalah terkadang dari aktivis Linux-nya sendiri yang menonjokkan tampilan geek atau nerd kalau menjadi linuxer. Orang ya pada kabur kalo caranya salah kaprah begitu
*kasi kacamata item*
@ goldfriend
Idem
Id…
Eh, ndak idem semua. Saya di laptop jebot saya itu ndak ada bajakan (lagi). Selain, ehm… mp3 sama ebook
*kangen mo main game berat lagi*
Saya juga merasa jadi standar ganda ini. Benar ndak ya?
*mikir*
Iya. Benar deh kayanya kita standar ganda
*tersungkur tobat*
@ danalingga
Kebanyakan masalah Linux yang pernah saya dapatkan komplennya itu ya masalah driver untuk Linux ini, Dan. Termasuk saya sendiri lho.
Karena susah… GNU/Linux yang FLOSS ini berhadapan dengan beberapa perusahaan besar hardware yang masih mikir-mikir juga buat berbagi driver demikian.
Terkadang begitu dapat driver yang pas, misalnya untuk VGA card ya, itu mesti diutak-atik lagi atau “sedikit lebih capek” daripada nginstal driver di OS Windows.
Saya juga fungsi laptop lebih untuk nulis sama internetan doang. Lha, mau main game canggih laptop saya itu sudah agak jebot ukurannya
msh ngewindows om
Halahh… Har… Har…
Saya juga masih nge-windows. Masih berdalih Windows saya asli
Tapi membiasakan diri saja sebisanya saya pikir. Setidaknya mengetahui alternatif. We’re on the same side, we’re trying to start from the scratch
RoadShow Linux…
Yayasan Penggerak Linux Indonesia (YPLI) bekerja sama dengan Yayasan Ubuntu Indonesia, Yayasan Air Putih, dan berbagai komunitas di bidang FOSS (Free/Open Source Software) lainnya mengadakan roadshow Linux untuk pendidikan TIK di Indonesia selama tiga…
mas Alex, WIndows saya asli…
tapi semua programnya bajakan!
payah deh…
Lha gimana lagi… Microsoft Office 2007 yang asli harganya berjuta-juta.

Padahal yang bajakan tinggal copas dari CD teman aja bisa.
Apalagi game…
Wah, itu kebutuhan primer, nggak bisa ditunda.
Khususnya Pro Evolution Soccer a.k.a. Winning Eleven
*sssttt… waspada terhadap dirazia*
oiya bang ..ne ada anak abdya juga..dia pingin bantu2 daerah nya bang ..
dia pernah bilang juga kapan ada komunitas linux dia abdya..eh aku bilang jangan salah banyak dedenkotnya dari abdya..eh dia malah terkejut..saking gak percayanya..contohnya yang nulis di blog ini …gimana barat selatan kpaan go roadshow linux..
btw ..kabar burung elang mau kawin neh yah..hayoo siapa luan ama bang awenk ..
(kabur ah ..bakal kacau neh )
@ ghaniarasyid™
Lha.. .saya sendiri juga memiliki ketergantungan begitu, dalam kadar rendah yang jadi dalih buat ngeles juga
Err… game ya?
Saya udah lama nggak main lagi game-game canggih. Palingan juga sejenis Mahjong di linux itu sekarang2 ini. Mungkin karena waktu saja kali ya?
@ aley
Siapa anak Abdya-nya
*penasaran ON*
Ini lagi diusahakan ngerekrut anak-anak sana utk nggerakin di sana
*skip komen kabar burung si aley*
Waduh, kalo ga ada program bajakan, bisa miskin saya!
Hehehe…
Ndak terlalu miskin jugalah, Mas. Cuma kali saja pendapatan agak menurun di awal-awalnya, seperti teman-teman di sini yang buka warnet dengan Linux.
Rezeki itu kan selain kita usahakan, juga karena Allah juga yang memberikan
sama prinsib kayak saya.
Tanyo samban teuh mandua….